AIRHITAM – Kerusakan ruas jalan akibat tingginya aktivitas kendaraan pengangkut material proyek panas bumi (geothermal) di wilayah Air Hitam, Suoh, dan Sekincau kian memprihatinkan.
Masyarakat mendesak PT Star Energy segera merealisasikan perbaikan jalan sebelum menimbulkan korban kecelakaan.
Meski perusahaan telah berkomitmen membangun jalur khusus menuju lokasi pengeboran, kondisi jalan saat ini dinilai sudah tidak layak dan membahayakan pengguna jalan. Kerusakan terjadi di sepanjang jalur dari Pekon Mutar Alam, Kecamatan Way Tenong, hingga Pekon Sri Menanti, Kecamatan Air Hitam.
Berdasarkan pantauan di lapangan, ruas jalan Sri Menanti–Semarang Jaya menjadi titik yang paling terdampak. Aspal yang sebelumnya dibangun menggunakan anggaran pemerintah daerah kini mengalami deformasi parah dan membentuk rel akibat tekanan kendaraan bertonase tinggi.
Kondisi tersebut diduga dipicu oleh lalu lalang truk fuso pengangkut material dan peralatan pengeboran geothermal yang beroperasi menuju lokasi proyek di kawasan perbatasan Kecamatan Air Hitam, Sekincau, dan Suoh.
Warga menilai kerusakan jalan tidak hanya menghambat aktivitas transportasi dan distribusi hasil pertanian, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan, terutama saat hujan dan pada malam hari.
“Perbaikan tidak bisa lagi ditunda. Kerusakan sudah sangat parah dan berpotensi membahayakan pengguna jalan,” ujar sejumlah warga yang melintas di jalur tersebut.
Masyarakat berharap PT Star Energy bersama pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret dengan melakukan perbaikan darurat sembari menuntaskan pembangunan jalur khusus yang sebelumnya telah dijanjikan.
(**)