Jakarta, Traznews. Com
Film *Para Perasuk* hadir sebagai salah satu karya sinema Indonesia yang memadukan unsur budaya, spiritualitas, dan konflik batin dalam balutan cerita yang kuat. Mengutip informasi dari akun Instagram resminya (@filmparaperasuk), film ini mengangkat kisah yang berakar dari tradisi lokal yang hidup di tengah masyarakat, dengan makna yang jauh melampaui sekadar ritual.
Cerita berpusat di Desa Latas, sebuah wilayah kecil di pinggiran kota yang dikenal dengan tradisi pesta kerasukan. Bagi masyarakat setempat, ritual ini bukan hanya hiburan, melainkan bagian dari identitas budaya yang diwariskan secara turun-temurun. Dalam suasana kebersamaan yang kental, kerasukan menjadi ruang ekspresi kolektif yang terus dijaga keberlangsungannya.
Konflik mulai memanas ketika mata air keramat—sumber penting bagi para Perasuk—terancam digusur. Mata air tersebut tidak hanya memiliki nilai spiritual, tetapi juga menjadi simbol kehidupan bagi warga desa. Ancaman ini memicu kegelisahan sekaligus perlawanan dari masyarakat setempat.
Di tengah situasi itu, muncul Bayu, seorang pemuda berusia 20 tahun yang bertekad menyelamatkan desanya. Ia berambisi menjadi Perasuk utama dan memimpin pesta besar untuk mengumpulkan dana demi menebus kembali mata air tersebut. Namun, dalam perjalanannya, Bayu menyadari bahwa ambisi saja tidak cukup. Menjadi Perasuk sejati menuntut pemahaman mendalam, ketulusan, serta kedekatan dengan tradisi yang dijalani.
Film ini diperkuat oleh deretan aktor ternama seperti Angga Yunanda, Maudy Ayunda, Bryan Domani, Anggun, Chicco Kurniawan, Ganindra Bimo, serta Indra Birowo. Kehadiran mereka memberikan warna tersendiri melalui dinamika karakter dan konflik yang dibangun dalam cerita.
Dari sisi produksi, film ini digarap oleh Rekata Studio yang dikenal dengan pendekatan artistik dan kekuatan narasi dalam setiap karyanya. Proses pengembangannya turut melibatkan produser seperti Siera Tamihardja, Iman Usman, dan Amalia Rusdi.
Secara visual, *Para Perasuk* menonjolkan kekuatan ekspresi tubuh, gerak tari, serta energi kolektif dalam ritual kerasukan. Pendekatan ini memperkuat atmosfer film yang intens sekaligus sarat makna budaya.
Disutradarai oleh Wregas Bhanuteja, film ini juga berhasil mencuri perhatian dunia internasional setelah terpilih dalam ajang Sundance Film Festival 2026. Berdasarkan informasi dari akun Instagram resminya, *Para Perasuk* dijadwalkan tayang di bioskop mulai 23 April 2026, dan menjadi salah satu film Indonesia yang paling dinantikan tahun ini.